"Berdasarkan hasil pemantauan sampai 15 Juli 2019 pukul 01.00 WIB, aktivitas gempa susulan itu terjadi dengan magnitudo terbesar 5.8 skala richter (SR) dan magnitudo terkecil 3,1 SR," ujar Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG
Rahmat Triyono dalam keterangan resmi yang diperoleh CNNIndonesia.com, Senin (15/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar Sorong-Bacan. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami.
Guncangan dilaporkan terasa di daerah Obi V MMI, Labuha III MMI, Manado, Ambon II-III MMI, Ternate, Namlea, Gorontalo, Raja Ampat, Sorong, dan Bolaang Mongondow II MMI.
Dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut terjadi di Kecamatan Gane Barat Utara, Timur Selatan, Gane Timur Tengah, Gane Dalam, Gane Barat Selatan, Gane Timur, Halmahera Selatan.
Terkait korban jiwa, dilaporkan ada satu orang meninggal dunia di Kelurahan Gane Luar, Kecamatan Gane Timur Selatan. Gempa bumi juga merobohkan sedikitnya 160 bangunan rumah.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diimbau menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
Masyarakat dapat memperoleh informasi melalui kanal resmi BMKG, seperti akun Instagram atau Twitter @infoBMKG), dan website (https://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id).