"Semifinal Divisi Utama akan digelar di Sidoarjo pada 12 November. Tidak ada rencana menggelar semifinal di Samarinda," ujar Joko kepada CNN Indonesia, Senin (27/10).
Pernyataan Joko sekaligus mematahkan dugaan bahwa pertandingan akan dilangsungkan di Kalimantan. Sebelumnya, PSS dan PSIS diduga berusaha menghindari Pusamania Borneo FC, yang merupakan runner-up Grup P, di babak semifinal karena kedua klub sepertinya mengira babak semifinal akan berlangsung di markas Borneo FC.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PSS dan PSIS terkesan takut dengan teror suporter Borneo FC jika pertandingan semifinal digelar di Stadion Segiri. Hal ini berkaca dari keputusan Persis Solo yang memutuskan tidak hadir pada laga terakhir Grup P melawan Borneo FC di Stadion Segiri, Minggu (26/10).
Usai dinyatakan menang WO atas Persis, Presiden Borneo FC, Nabil Husein Said Amin, berusaha mengirim surat ke PT Liga. Surat itu berisikan permohonan menggelar babak semifinal di Stadion Segiri.
"Keinginan saya mengajukan Samarinda sebagai tuan rumah karena kami rasa kami layak. Apa salahnya kami usaha dulu menawarkan diri. Kalau memang harus di tempat netral, tidak masalah. Kami siap," ujar Nabil seperti dikutip dari situs resmi Borneo FC.
Babak final Divisi Utama rencananya juga akan digelar di Sidoarjo, 15 November mendatang.