Pishgaman Giant Team sendiri berhasil menyapu tiga besar juara klasemen umum gelaran balap sepeda Tour de Singkarak 2015.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesuksesan Goudarzi mendapatkan gelar juara TdS 2015 membuat peringkatnya di ranking UCI (Union Cycliste Internationale) melonjak pesat. Seperti dicatatkan Pro Cycling Stats, pebalap berusia 25 tahun itu kini berada di peringkat 30 Asia dari semula di peringkat 64.
Kesuksesan tiga pebalap Iran ini terasa wajar, terutama karena Tour De Singkarak memang lebih menyajikan trek-trek tanjakan yang menjadi keunggulan dari tim Pishgaman Giant Team.
"Strategi kami berhasil dengan memenangkan etape-etape awal, lalu melepas stage terakhir. Alhasil kami tetap bisa menjadi juara umum," kata Amir Zargari kepada CNN Indonesia, Minggu (11/10).
Menurut Zargari, trik memenangkan TdS adalah dengan selalu menurunkan pebalap terbaiknya. "Tujuh pebalap kami semuanya kuat, maka jadi kami tim pemenang."
Selain juara umum, pebalap Pishgaman juga menaiki podium tertinggi untuk menerim jersey polkadot yang dianugrahkan untuk King of Mountain atau si Raja Tanjakan. Goudarzi mengungguli dua pebalap Tabriz Petrochemical Team, Ahad Sarai Kazemi dan Amir Kolahdozhagh.
Pishgaman juga menjadi juara untuk klasemen tim terbaik. Tabriz dan Brisgestone Anchor Cycling Team menempati posisi kedua dan ketiga.
Sedangkan Indonesia dengan Pegasus Continental Cycling Team harus puas menempati posisi keenam. (vws)