Mereka adalah PSM Makassar, Bhayangkara FC, dan Bali United yang terus menggenjot performa untuk berebut juara.
PSM selama ditangani Robert Rene Alberts, menjelma menjadi kekuatan yang sangat disegani. Kombinasi gelandang serang Wiljan Pluim dan penyerang lokal Ferdinand Sinaga, menjadi salah satu yang tersubur di Liga 1.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rene Alberts juga dinilai sangat jeli dalam mengkombinasikan para pemain muda dan senior di skuatnya. Metode pelatihan pelatih asal Belanda yang sangat sistematis itu pula menjadikan PSM tampil amat solid.
Wiljan Pluim (kanan) menjadi salah satu pencetak gol terbanyak di PSM Makassar. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto) |
Lihat juga:Ketika Neymar Berburu Foto dengan Ronaldo |
Sylvano Comvalius (kedua dari kiri) jadi tukang gedor andalan Bali United. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/ama/17) |
Koneksi Belanda yang sekarang jadi kekuatan khas Bali United musim ini. Selain Comvalius, ada nama pemain Negeri Kicir Angin lainnya, gelandang Nick van der Velden.
Belum lagi dua pemain berdarah campuran Belanda-Indonesia, Stefano Lilipaly dan Irfan Bachdim, menambah trengginas kekuatan Serdadu Tridatu.
Bhayangkara FC berpeluang besar meraih juara Liga 1 2017. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Klasemen sementara Liga 1 Indonesia 2017. |
Wiljan Pluim (kanan) menjadi salah satu pencetak gol terbanyak di PSM Makassar. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)
Sylvano Comvalius (kedua dari kiri) jadi tukang gedor andalan Bali United. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/ama/17)
Bhayangkara FC berpeluang besar meraih juara Liga 1 2017. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Klasemen sementara Liga 1 Indonesia 2017.