Manchester City di bawah Pep Guardiola benar-benar memperagakan sepak bola yang menyerang dan mengundang kekaguman. Manchester City turun ke lapangan bukan hanya sekadar mencari kemenangan, namun juga menunjukkan sebuah hiburan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu untuk posisi gelandang, trio Ander Herrera, Nemanja Matic, dan Marouane Fellaini diharapkan bisa ikut turun membantu pertahanan dan merusak dominasi penguasaan bola yang dilakukan Manchester City.
Anthony Martial dan kawan-kawan kesulitan mendapatkan pasokan bola di lini depan. (REUTERS/Jason Cairnduff) |
Umpan silang Raheem Sterling ke tiang jauh diteruskan oleh Bernardo Silva ke muka gawang. Dari banyaknya pemain tersebut, tidak ada satu pun yang mengikuti pergerakan David Silva. Alhasil, pemain asal Spanyol itu dengan mudah melepaskan tendangan keras dari jarak dekat.
Gol kedua Manchester City yang diciptakan oleh Sergio Aguero juga menunjukkan kelemahan lini belakang Manchester United. Umpan 1-2 Aguero dengan Riyad Mahrez diakhiri dengan tendangan keras kaki kanan dari sudut yang sempit.
Manchester United Tak Bisa Menyerang
Dengan kondisi tertinggal dua gol, Mourinho lalu memutuskan untuk memasukkan Romelu Lukaku untuk menggantikan Lingard. Keputusan ini tepat karena Lukaku mendapatkan penalti untuk Manchester United. Anthony Martial berhasil menunaikan tugasnya sebagai eksekutor dengan baik.
Saat Manchester United mendapat momentum untuk bangkit, mereka malah tidak bisa memberikan reaksi positif. Marouane Fellaini dan kawan-kawan tidak bisa lama menguasai bola dan mengkreasi serangan.
Marouane Fellaini tidak bisa memberikan keuntungan bagi Manchester United dalam situasi bola mati pada laga ini. (Reuters/Jason Cairnduff) |
Peluang demi peluang Manchester City yang gagal adalah satu-satunya alasan Manchester United masih memelihara peluang untuk meraih poin di laga ini. Meski mendominasi penguasaan bola dan menebar banyak ancaman, Aguero dan kawan-kawan tak kunjung mendapatkan gol ketiga.
Harapan tersebut yang pada akhirnya membuat Mourinho memasukkan Juan Mata dan Alexis Sanchez di menit ke-73. Namun Mata dan Sanchez sama sekali tidak memberikan efek positif terhadap kinerja lini serang Manchester United.
'Setan Merah' jelas tinggal berharap pada situasi bola mati yang mungkin bisa membuat mereka mendapatkan gol kedua karena dalam skema serangan terbuka, Manchester United benar-benar tak berdaya.
Harapan Manchester United akhirnya pupus di menit ke-86. Gol ketiga Manchester City juga menunjukkan buruknya lini pertahanan Manchester United. Umpan Bernardo Silva membuat Ilkay Guendogan berdiri bebas di depan gawang. Chris Smalling dan Victor Lindelof tidak berada di posisi tempat seharusnya ia berada.
Gol ketiga Manchester City akhirnya jadi momen penting yang meredam upaya bangkit Manchester United. (Reuters/Jason Cairnduff) |
Berkaca pada performa lawan Manchester City, Manchester United harus menghindari cara main yang sama. 'Setan Merah' terbukti bukan tim yang solid saat bertahan sehingga Mourinho sadar bahwa mustahil bagi mereka untuk menerapkan pola permainan bertahan dan mengandalkan serangan balik.
Mourinho harus menemukan strategi yang lebih baik karena bila tidak mereka hanya akan kembali jadi objek mainan saat bertemu tim-tim besar. (har)
Anthony Martial dan kawan-kawan kesulitan mendapatkan pasokan bola di lini depan. (REUTERS/Jason Cairnduff)
Marouane Fellaini tidak bisa memberikan keuntungan bagi Manchester United dalam situasi bola mati pada laga ini. (Reuters/Jason Cairnduff)
Gol ketiga Manchester City akhirnya jadi momen penting yang meredam upaya bangkit Manchester United. (Reuters/Jason Cairnduff)