Dimas Ekky sangat bersemangat menyambut Moto2 2019. Musim ini pebalap 26 tahun itu akan bergabung dengan tim Idemitsu Honda Team Asia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dimas Ekky, musim 2019 tidak akan mudah untuk dijalani. Apalagi ia pun mengaku hanya baru mengenal enam sirkuit (seri) dari total 19 seri yang akan digelar.
Sirkuit Losail tempat menggelar Moto2 Qatar sebagai pembuka musim 2019, Minggu (10/3), bukan arena yang asing untuk Dimas Ekky. Tujuh tahun lalu itu Dimas Ekky finis di peringkat ke-13 dalam Asia Road Racing Championship.
"Setidaknya kami tahu corner seperti apa. Meskipun untuk detail antara lihat di video dengan di kenyataan agak beda," Dimas menambahkan.
Mengenai gambaran sirkuit yang paling sulit untuk ditaklukkan di Moto2 2019, Dimas Ekky enggan menyebut secara gamblang. Tetapi ia menilai Sirkuit Austin [Moto2 Amerika Serikat] diprediksi bisa memberikan kesulitan karena memiliki trek lurus yang panjang dan ada trek naik-turun.
Sedangkan untuk seri Moto2 yang diprediksi bisa untuk mendulang poin maksimal, Dimas Ekky menuturkan GP Spanyol dan Catalonia dapat diandalkan.
Dimas Ekky sangat senang balapan di sirkuit-sirkuit di Spanyol. (Courtesy of dimaspratama20.com) |
Ini merupakan musim ketiga bagi Dimas Ekky di Moto2. Akan tetapi di tahun 2019 Dimas Ekky direncanakan tampil selama satu musim penuh. Tidak seperti dua musim sebelumnya yang berstatus sebagai pengganti dan wildcard.
Di Moto2 2017 seri Malaysia yang digelar di Sirkuit Sepang, Dimas Ekky menjadi pebalap pengganti untuk Jorge Navarro dari tim Federal Oil Gresini Moto2.
Pada laga perdananya itu Dimas Ekky gagal finis lantaran terjatuh usai tertabrak Remy Gardner di tikungan 9 lap kedua. Padahal, sebelum terjatuh Dimas sempat berada di peringkat 12 besar.
Sedangkan dalam aksi keduanya di Moto2 Catalonia di Srikuit Barcelona pada musim 2018 Dimas Ekky mendapatkan jatah wildcard bersama tim Astra Honda Racing Team.
Pria kelahiran Depok, Jawa Barat, itu pun sukses finis di Catalonia dengan menempati peringkat ke-24, dengan catatan waktu 39 menit 06,663 detik usai start dari posisi ke-30.
Di seri Malaysia itu Dimas finis di posisi ke-23 (39 menit 23,196 detik), catatan yang lebih bagus dibanding Moto2 Catalonia. Akan tetapi dari sisi catatan waktu, hasil di Malaysia masih kalah dengan di Catalonia.
Live streaming MotoGP Qatar 2019 bisa disaksikan melalui CNNIndonesia.com. (sry/har)
Dimas Ekky sangat senang balapan di sirkuit-sirkuit di Spanyol. (Courtesy of dimaspratama20.com)