The Jakmania, sebutan suporter Persija, tak akan pernah melupakan Luciano Leandro di tim ibu kota. Aksi-aksi ciamik pria asal Brasil itu acap kali mengundang decak kagum penonton.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Luciano Leandro legenda Persija Jakarta. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat) |
Hanya Pugliara yang mendekati pengganti ideal Luciano di Persija. Punya teknik individu mumpuni dan kreatif dalam membongkar organisasi pertahanan lawan.
Namun, gelandang asal Argentina itu pun belum bisa membawa dampak yang sama dengan Luciano. Pugliara yang tiba di Jakarta pada 2007 sempat hijrah ke Persiba Balikpapan pada 2009 sebelum kembali ke ibukota pada 2011.
Robertino Pugliara gagal di Persija. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru) |
Kelemahan ini menjadi sorotan Persija untuk mengarungi musim 2015. Sosok pemain bertipikal playmaker menjadi salah satu yang paling dicari untuk meningkatkan kreativitas lini serang.
Persija sempat mendatangkan Stefano Lilipaly di musim 2015. Namun, gelandang naturalisasi asal Belanda ini memilih hijrah setelah kompetisi Liga Super Indonesia terhenti di tengah jalan.
Bruno Matos Gemilang
Faktanya, Persija sulit mendapatkan pemain bertipikal playmaker sampai Bruno Matos tiba pada musim 2019. Sejauh ini Bruno terbilang sukses memerankan tugas vital sebagai playmaker di skuat Macan Kemayoran.
Playmaker memang tidak sebatas pemain tengah. Pemain model ini merupakan pengatur permainan dalam tim. Memiliki teknik dan daya jelajah tinggi serta punya keunggulan melepaskan umpan-umpan jitu.
Bruno Matos piawai memberikan umpan dan cetak gol. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Tak hanya piawai melepaskan umpan-umpan apik, Bruno Matos juga punya naluri tinggi dalam urusan mencetak gol. Terbukti dengan empat gol yang dilesakkannya pada babak penyisihan grup Piala Presiden 2019.
Pemain berusia 28 tahun itu memang baru seumur jagung mengenakan seragam Persija. Konsistensi permainannya juga belum teruji di level kompetisi. Namun, ia sudah membuktikan diri sebagai pemain penting di klub juara bertahan Liga 1 tersebut.
Kehadiran rekrutan anyar macam Silvio Escobar dan Heri Susanto belum banyak membantu lini depan Persija. Keduanya masih butuh adaptasi dengan karakter permainan Persija.
Bruno Matos bisa dibilang sebagai pembelian terbaik Persija musim ini. Aksi ciamiknya di lini tengah seakan menbuka ingatan suporter kepada playmaker legendaris tim ibukota, Luciano Leandro yang kini menjabat pelatih Persipura Jayapura. (nva)
Luciano Leandro legenda Persija Jakarta. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat)
Robertino Pugliara gagal di Persija. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Bruno Matos piawai memberikan umpan dan cetak gol. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)