Persaingan menarik terjadi di Liga Champions musim ini. Berbagai kejutan yang mematahkan sejumlah prediksi pun tercipta. Keajaiban-keajaiban itu seluruhnya berlangsung di babak gugur.
Lihat juga:Final Hasil Antiklimaks |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak jauh berbeda dengan Porto, Man United juga bangkit di leg kedua saat meladeni PSG. Setan Merah bahkan tertinggal agregat 0-2 lebih dulu setelah kalah di pertemuan pertama di Old Trafford. Namun ketika laga berlangsung di Paris pada leg kedua, Paul Pogba dan kawan-kawan bisa menang 3-2 secara dramatis.
MU memberikan kejutan kepada PSG di Parc des Princes. (Reuters/John Sibley) |
Di antara comeback di 16 besar, lolosnya Ajax ke perempat final adalah yang paling menyita perhatian. Maklum, klub yang disingkirkannya adalah Madrid, juara bertahan Liga Champions.
Pada babak perempat final, hanya satu kejutan yang muncul saat Ajax mengalahkan Juventus 2-1 di leg kedua di Stadion Allianz setelah keduanya bermain imbang 1-1 di Amsterdam. Di Liga Champions musim ini Ajax yang bermaterikan banyak pemain muda kerap tidak 'dipandang' saat melawan tim-tim besar.
Bahkan Liverpool yang menjadi lawan Barca sempat disebut hanya memiliki peluang 6 persen untuk bisa menyingkirkan klub asal Catalonia itu. Pada akhirnya The Reds bisa membalikkan semua prediksi tersebut dengan menang 4-0 di Anfield.
Namun, pada kenyataannya justru Tottenham yang lolos ke final Liga Champions musim ini setelah menang 3-2 di leg kedua sehingga yang membuat agregat menjadi 3-3. tetapi Tottenham berhak lolos karena lebih produktif dalam gol tandang. (sry/jal)
MU memberikan kejutan kepada PSG di Parc des Princes. (Reuters/John Sibley)