Petaka La Albiceleste terjadi di babak kedua. Skuat besutan Lionel Scaloni kebobolan dua gol dari Roger Martinez di menit ke-71 dan Duvan Zapata (86).
Kekalahan itu membuat jalan Argentina lolos dari fase grup menjadi lebih terjal. Padahal, banyak yang menjagokan Tim Tango memenangi laga perdana sebagai favorit juara grup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Marquez Ingin Lorenzo Dihukum |
"Saya lebih cemas untuk jadi juara demi Messi dibandingkan untuk saya. Semoga suatu hari ini akan terjadi," ujar Aguero seperti dikutip dari The Independent.
"Ini mimpinya [Messi] dan mimpi semua orang. Saya menempatkan diri saya di posisinya dan saya akan melakukan yang terbaik agar dirinya mengangkat trofi Copa America."
Lionel Messi tertunduk kecewa saat Argentina kalah 0-2 dari Kolombia. (REUTERS/Luisa Gonzalez) |
Terlebih, dua pemain top dunia itu masih dikaitkan dengan perburuan penghargaan pemain terbaik Ballon d'Or. Dua pemain itu selalu bersaing ketat berebut penghargaan tersebut. Mereka sama-sama sudah mengoleksi lima penghargaan.
Bandingkan dengan Messi, ia belum pernah sekali pun membawa Argentina meraih trofi bergengsi. Kenyataan itu menjadi semakin berat bagi Messi karena trofi Copa America menjadi syarat baginya untuk meraih Ballon d'Or.
Kenyataan di lapangan rupanya tak semua pemain benar-benar berupaya mewujudkan impian Messi untuk meraih gelar juara Copa America.
Lionel Messi melepaskan empat kali tembakan ke gawang Kolombia. (REUTERS/Rodolfo Buhrer) |
Sebanyak dua gol Kolombia menyingkap kelemahan Argentina yang paling mendasar, yakni transisi negatif atau dari menyerang ke bertahan. La Albiceleste kebobolan melalui skema serangan balik Los Cafeteros.
Lihat juga:Messi: Kekalahan dari Kolombia Terasa Pahit |
Gol Martinez assist dari James Rodriguez terjadi bermula dari kesalahan Saravia menutup ruang tembak pemain 24 tahun tersebut. Pun dengan gol kedua yang terjadi berawal dari kesalahan pemain Racing Club Argentina.
Saravia gagal menutup pergerakan Jefferson Lerma di sisi kanan pertahanan Argentina. Gelandang AFC Bournemouth tersebut leluasa melepas umpan datar ke dalam kotak penalti dan disambut Zapata menjadi gol.
Unggul penguasaan bola, Argentina harus menerima kenyataan pahit dipermalukan Kolombia di laga perdana.
Padahal Kolombia hanya melepaskan delapan kali tembakan. Statistik itu berbeda jauh dari Argentina yang melepaskan 18 kali tembakan.
Messi sendiri menciptakan empat tembakan dan dua di antaranya tepat sasaran namun tak berbuah gol.
Scaloni mencoba memasang Messi dan Aguero sebagai striker dengan skema 4-4-2. Dengan formasi itu, Argentina kerap bermain dengan strategi direct football atau umpan-umpan langsung ke pertahanan lawan. Tetapi cara tersebut tidak berjalan efektif.
Kekeliruan Lionel Scaloni menyusun strategi justru menjadikan Messi sebagai beban di timnas Argentina. (REUTERS/Edgard Garrido) |
Scaloni tampaknya ingin mencari alternatif agar Messi tak mudah dimatikan. Caranya dengan menempatkan La Pulga lebih di depan dan penguasaan bola tak lagi terlalu berpusat kepadanya.
Dengan menempatkan Messi di depan berduet dengan Aguero, pelatih 41 tahun itu berharap peluang Argentina mencetak gol semakib besar. Namun, bola masih tetap berpusat kepada La Pulga lantaran karakternya sebagai kreator serangan yang terbiasa mengontrol 'lalu-lintas' serangan.
Alhasil Di Maria tak mampu membuat pengaruh besar di sisi kiri karena bola jarang mengalir kepadanya. Permainan Argentina pun jadi terkesan serba tanggung dalam menyerang. Tengok saja penguasaan bola Argentina berdasarkan statistik dari Whoscored hanya 53,2 persen banding 46,8 persen.
Kenyataan ini pula yang menjadi perbedaan nyata antara Ronaldo dan Messi dalam peran mereka di timnas masing-masing.
Cristiano Ronaldo memanggul trofi UEFA Nations League. (Action Images via Reuters/Carl Recine) |
Sang kapten Portugal itu secara mental mampu menjadi perekat timnya di semua sisi. Dengan begitu, rekan-rekan setimnya di lapangan mampu memberikan sokongan dan permainan Seleccao Das Quinas lebih sederhana serta solid.
Sebaliknya, Messi biasa menjadi tumpuan dalam penguasaan bola baik di Argentina, sama halnya seperti di Barcelona. Namun, ia kerap kurang mendapat dukungan dari rekan setim di La Albiceleste sehingga terkesan bermain sendiri. Kenyataan itu yang membuat tim-tim lawan lebih mudah mengisolasi Messi.
Secara mental, Messi tak seperti Ronaldo yang menjadi motivator rekan-rekannya di lapangan di saat-saat genting. Keruan saja, The Messiah atau sang penolong justru kesulitan menolong Argentina meraih trofi Copa America. (har)

Lionel Messi tertunduk kecewa saat Argentina kalah 0-2 dari Kolombia. (REUTERS/Luisa Gonzalez)
Lionel Messi melepaskan empat kali tembakan ke gawang Kolombia. (REUTERS/Rodolfo Buhrer)
Kekeliruan Lionel Scaloni menyusun strategi justru menjadikan Messi sebagai beban di timnas Argentina. (REUTERS/Edgard Garrido)
Cristiano Ronaldo memanggul trofi UEFA Nations League. (Action Images via Reuters/Carl Recine)