Pria yang akrab disapa Pak Yanto ini mudah dikenali di tiap momen Indonesia tengah berjuang di arena bulutangkis. Dengan gaya eksentrik, Pak Yanto bisa mudah ditemukan tengah berteriak di tengah-tengah arena.
Lihat juga:Ducati dan Honda Berantem Jelang MotoGP Ceko |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yanto menyampaikan ada kurang lebih 4.000 foto di dalam ponsel hilang itu.
Pak Yanto sudah 39 tahun mendukung Indonesia. (CNN Indonesia/ Arby Rahmat) |
Yanto mengatakan ponsel dia hilang saat bersembahyang di musala. Karena membawa banyak barang untuk mendukung Indonesia, koper cokelat dan ponsel ia titipkan di sebuah gudang. Sementara ransel dan tas kecil ia bawa masuk musala.
"Ada orang bilang untuk menitipkan koper dan termasuk ponsel saya di sebuah gudang. Ketika sudah selesai salat, ponsel saya sudah tidak ada. Tapi koper saya yang berisikan peralatan mendukung, tidak hilang," kata Pak Yanto.
Selama 39 tahun dukung Indonesia, Yanto mengaku sudah ke berbagai negara. Seluruh negara di Asia, ucap dia, sudah pernah ia datangi.
"Sudah ke mana-mana, pernah ke Eropa juga. Nanti pada 30 Juli saya akan ke Thailand [Toyota Thailand Open 2019]. Biayanya saya sendiri, kadang juga dibantu PBSI dan Djarum," ucap pria berusia 55 tahun tersebut.
Lihat juga:Neymar Tersesat di Persimpangan Jalan Pulang |
Pak Yanto sudah 39 tahun mendukung Indonesia. (CNN Indonesia/ Arby Rahmat)