Fadli mengatakan buruknya kondisi perekonomian disebabkan pemerintah tak punya tim yang solid untuk mendiagnosa keadaan. Pemerintah juga tidak tahu mana yang menjadi prioritas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fadli bahkan mengatakan, masuknya PAN ke dalam barisan pendukung Jokowi tak dapat menyelesaikan buruknya situasi ekonomi kini.
"Jangan berpikir menambah dukungan partai ke koalisi pemerintah akan menyelesaikan situasi ekonomi yang buruk," ujarnya.
Fadli menambahkan, posisi Koalisi Merah Putih (KMP) juga jangan dianggap sebagai penjegal kebijakan pemerintah. Sampai saat ini, partai politik yang tergabung dalam KMP selalu objektif dan tidak pernah menjegal pemerintah, sepanjang kebijakannya mengedepankan kepentingan rakyat.
Kemarin Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan menyatakan secara resmi masuk ke pemerintahan Jokowi-JK. Zulkifli memberikan sikap resmi itu di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan.
Saat itu hadir pula Presiden Joko Widodo, Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno dan Ketua Majelis Pertimbangan PAN Soetrisno Bachir. (Baca juga: PAN, Darah Baru Pemerintah)
Dalam sikap resminya, Zulkifli mengatakan keputusan PAN untuk bergabung dengan pemerintah Jokowi itu diambil setelah para pengurus berdiskusi mengenai kondisi perekonomian nasional dan ekonomi global.
“Saatnya seluruh stakeholder negeri ini bersatu untuk mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan kelompok, partai, dan golongan,” ujar Ketua MPR ini. (sur)