logo CNN Indonesia

Aksi Turun Gunung Prabowo dan 'Cek Ombak' Jelang Pilpres 2019

, CNN Indonesia
Aksi Turun Gunung Prabowo dan 'Cek Ombak' Jelang Pilpres 2019 Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menyatakan siap turun gunung mengawal kampanye Anies-Sandi. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Suara lantang, serak dan bergetar terdengar menggema saat Prabowo Subianto memberi arahan kepada 8.000 kader yang hadir dalam rapat Partai Gerindra DKI Jakarta, akhir pekan lalu.

Orang nomor satu di Gerindra itu berapi-api meminta seluruh kader untuk memenangkan Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Pilkada DKI Jakarta 2017.

Tak tanggung-tanggung, Prabowo pun menyatakan kesiapan terjun langsung ke lapangan di sisa 34 hari masa kampanye Pilkada.

"Saya siap untuk keliling Jakarta," ujar dia tegas.

Ucapan Prabowo di hadapan ribuan kader itu bukan sekadar wacana. Sehari sebelumnya, Sabtu (7/1), Prabowo mengunjungi tenda-tenda pengungsian di Kampung Akuarium dan Luar Batang, Jakarta Utara.

Kunjungannya itu juga ditemani Anies dan Sandiaga. Terik matahari tak menyurutkan semangat pria berusia 65 tahun itu untuk melihat wilayah yang menjadi korban penggusuran.

Mengenakan safari cokelat, kehadiran Prabowo beserta rombongan menarik perhatian warga. Mereka berkeluh-kesah mengenai kondisinya pasca-penggusuran.

Prabowo yang juga sempat berpidato di hadapan warga itu menjanjikan bahwa kepemimpinan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah Anies-Sandiaga jika terpilih kelak tidak akan menggusur rakyat kecil.

Aksi turun gunung Prabowo tak berhenti sampai di sana. Dua kegiatan di akhir pekan tersebut, ternyata masih diikuti kegiatan lain, seperti yang dilakukan tadi malam.

Di kediaman keluarga besarnya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Prabowo mengundang Anies-Sandiaga beserta sejumlah perwakilan relawan Roemah Djoeang dalam sebuah jamuan makan malam yang disertai pertemuan tertutup.

Di sisa waktu 34 hari menjelang pemungutan suara, tiga kandidat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta menghadapi sejumlah agenda penting. Hal itu pula yang  dimaksimalkan Prabowo maupun elite partai pengusung Anies-Sandiaga.

Pada pekan ini saja misalnya, tiga pasangan calon harus beradu dalam debat kandidat yang diselenggarakan KPU DKI Jakarta Jumat, 13 Januari. Kemudian debat kedua pada 27 Januari dan debat terakhir pada 10 Februari.

Kepadatan jadwal itu belum termasuk rapat umum masing-masing yang berada di akhir pekan. Kegiatan itu juga masih harus diselingi dengan mengunjungi warga, terutama yang menjadi basis kekuatan masing-masing.

Dengan kondisi tersebut, publik tentunya menantikan hasil turun gunung Prabowo pada elektabilitas Anies-Sandiaga. Sebab, pasangan nomor urut tiga ini selalu berada di urutan buncit atas hasil beberapa lembaga survei.

Meski demikian, Anies menampik turun gunungnya Prabowo bukan demi mengerek elektabilitasnya bersama Sandiaga yang belum kunjung menanjak.

Dia mengatakan, turunnya Prabowo sudah dari jauh hari direncanakan pada bulan Januari. Bulan ini, dia menyebutkan seluruh komponen, termasuk elite partai turun untuk ikut membantu kampanye.

Anies pun belum bisa menilai efektivitas dan pengaruh dari hasil dua kegiatan turun gunung Prabowo yang dilakukan di akhir pekan tersebut.

"Belum kelihatan hasilnya, karena baru mulai. Kalau dimulai sejak empat bulan lalu, sampai sekarang itu hambar," ujar Anies.

Namun Prabowo tentunya tak menampik kemenangan Gerindra di Pilgub DKI Jakarta bakal memberi pengaruh besar terhadap konstelasi politik di ajang Pilpres 2019. Tidak mengherankan jika kemudian barisan kader Gerindra belakangan sudah mulai mendorong Prabowo untuk kembali bertarung memperebutkan kursi RI 1.

Tunggu Momentum

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani telah mengonfirmasi partainya berencana mencalonkan kembali Prabowo sebagai bakal calon presiden dalam ajang pilpres 2019.

Namun, Muzani menjelaskan, hingga kini Partai Gerindra masih menunggu momentum untuk mendeklarasikan pencalonan Prabowo tersebut.

"Tentang capres, Insya Allah kami akan kembali calonkan beliau (Prabowo Subianto) pada 2019 nanti. Tapi, deklarasinya kami sedang mencari momentum yang tepat," ujar Muzani.

Menurut Muzani, Gerindra juga berencana untuk menggelar deklarasi Prabowo pada hari ulang tahun partai ke-9, yang jatuh pada 6 Februari 2017. Akan tetapi, Muzani belum dapat memastikan akan ada deklarasi di momen tersebut.

Saat ini, kata Muzani, Gerindra tengah fokus untuk memenangkan Pilkada serentak 2017, terutama di Jakarta. Dalam hal ini, Gerindra bersama PKS mengusung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno sebagai calon gubernur dan wakil gubernur. "Saat ini kmi sedang berkonsentrasi pada pemenangan Pilkada DKI dan daerah lain," ujar Muzani.

Dorongan Prabowo untuk maju kembali sebagai bakal calon presiden di Pemilu 2019, sebelumnya terdengar dalam kegiatan Rapat 8.000 Kader Gerindra DKI Jakarta di JIExpo Kemayoran, Minggu (8/1).

Hanya saja, Prabowo ketika dikonfirmasi saat itu mengaku belum memikirkan peluangnya untuk maju kembali sebagai bakal calon presiden pada Pilpres 2019, termasuk apabila Pilkada DKI Jakarta 2017 dimenangkan pasangan Anies-Sandi. Dia masih 'cek ombak' alias melihat situasi dan kondisi yang saat ini terjadi di lapangan.

"Ya 2019 masih lama, kita lihat nanti. Kita itu tidak seperti ya bicara politik. Bicara politik itu bagi saya adalah kepentingan nasional, dan rakyat. Jadi Gerindra akan membela kepentingan rakyat, bangsa di atas segala kepentingan," ujar Prabowo usai kegiatan. (gil)

0 Komentar
Terpopuler
CNN Video