Teknologi itu ditemukan sekelompok peneliti dari Nanyang Technological University Singapura yang dimpimpin Profesor Chen Xiaodong. Bukan cuma tahan lama, tapi juga durasi pengisian ulang yang lebih cepat. Istilah ini akrab disebut fast charging.
Dengan pengisian daya selama 2 menit, baterai tersebut bisa terisi hingga 70 persen. Seperi dikutip CNN Indonesia dari siaran pers, Rabu (15/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kunci baterai itu terletak pada stuktrurnya yang tidak menggunakan bahan grafit seperti baterai saat ini. Para peneliti menggantinya dengan gel titanium dioksida yang biasa dipakai sebagai zat tambahan makanan atau krim tabir surya.
Hingga kini teknologi baterai tersebut masih dikembangkan, dan diperkirakan bisa mulai dikomersilkan sekitar dua tahun mendatang.