Mobil terbang ini dikembangkan oleh perusahaan bernama AeroMobil yang didirikan oleh Juraj Vaculik dan Stefan Klein.
Purwarupa mobil tersebut dipamerkan dalam acara Pioneers Festival, di Wina, Austria, pekan lalu. Kendaraan ini dibekali dengan dua kursi dan memanfaatkan bahan bakar minyak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beberapa orang mungkin berpikir bahwa ini adalah mainan anak laki-laki," kata Vaculik seperti dikutip dari Bloomberg. "Tapi kami benar-benar percaya bahwa ini akan mengubah transportasi pribadi."
Dalam ruang eksibisi, Vaculik memperlihatkan bagaimana sayap mobil ini keluar secara otomatis. Aksi ini disambut tepuk tangan meriah dari pengunjung. AeroMobil pasang target mobil terbang buatannya siap dijual pada 2016.
![]() |
Ia menyayangkan pemerintah Slovakia yang belu memberi izin uji coba terbang pada kendaraan ini, yang seharusnya dilaksanakan pekan lalu. Vaculik tak kehabisan akan, ia berencana melakukan uji terbang di negara yang memiliki aturan lebih ketat soal lalu lintas, seperti Australia, Brasil atau negara Timur Tengah.
Ide menggabungkan fungsi mobil dan pesawat sebenarnya sudah dilakukan sejak 1917, ketika Curtiss Autoplane memulai debutnya di New York, AS.
Vaculik sebelumnya bekerja di perusahaan periklanan. Ia bertemu dengan Klein, seorang insinyur teknis, yang mengembangkan mobil dengan sayap sejak 25 tahun lalu di garasi rumanhnya. Klein bekerja sebagai kepala departemen Akademi Seni Rupa dan Desain Slovakia dan perusahaan mobil golf di Polandia.
