Spesies baru itu diberi nama Muscicapa sodhii. Ia termasuk burung flycatcher yang memiliki bintik-bintik abu-abu di tubuhnya.
Sebetulnya penemuan ini dirintis sejak 1997, ketika seekor Muscicapa sodhii terlihat di Sulawesi. Awalnya, burung itu dikategorikan ke dalam spesies Muscicapa griseisticta.
Tapi dengan serangkaian penelitian, para ilmuwan yakin burung itu adalah spesies baru. Hasil penelitian itu diterbitkan di sebuah jurnal bernama Plos One terbitan Senin (24/11) lalu.
“Mempertimbangkan bahwa 98 persen burung di dunia sudah dideskripsikan, menemukan sebuah spesies baru sangat jarang,” kata J. Berton C. Harris, dari Universitas Princeton, yang ikut menulis di jurnal itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayap dan ekornya pendek. Paruhnya bersudut tajam. Bulu di dada dan lehernya berbintik-bintik dan wajahnya lebih jelas.
Para ilmuwan itu juga berhasil merekam suara si flycathcer. Menurut mereka suaranya sama dengan spesies Asia lainnya. Burung itu mengeluarkan siulan, kicauan, dan getaran. Tapi dengan nada lebih tinggi, tidak memperdengarkan nada rendah seperti yang dikeluarkan spesies lain.
Identitas flycatcher baru ini terkonfirmasi setelah Harris dan peneliti lainnya berkunjung ke Sulawesi Tengah pada 2011 dan 2012. Saat berkemah di Baku Bakulu mereka menemukan burung itu, tak jauh dari tempat ia dilihat pertama kali pada 1997.