logo CNN Indonesia

Jerman Terancam Dilumpuhkan Gerhana Matahari Total

, CNN Indonesia
Jerman Terancam Dilumpuhkan Gerhana Matahari Total Ilustrasi gerhana Matahari (Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Apa jadinya apabila negara paling bergantung dengan matahari harus mengalami gerhana matahari total?

Pada 20 Maret mendatang, Eropa akan dilanda gerhana matahari total untuk beberapa jam pada pagi hari. Jerman adalah negara yang paling bergantung dengan energi surya di dunia, yakni sekitar 7 persen listrik di sana menggunakan daya matahari. Jerman juga telah mengalahkan Amerika Serikat yang hanya menggunakan 5 persen.

Dengan porsi tenaga matahari yang cukup besar, banyak yang mempertanyakan apakah Jerman akan lumpuh apabila ada gerhana matahari total. Tentu saja hal ini cukup membuat pusing para operator jaringan listrik lokal.
Saat gerhana terjadi antara pukul 09:30 dan 12:00 waktu setempat, penggunaan listrik di Jerman dinilai perlu berjuang dengan menproduksi energi secara cepat.

Dikutip dari situs Mashable, pasti akan ada penurunan pada pembangkit yang diikuti oleh lonjakan secara tiba-tiba. Fluktuasi ini menunjukkan kegunaan listrik yang sedang dihadapi oleh AS dan negara-negara lain, yaitu produksi energi terbarukan yang memang akan terus mendunia.

Seorang analis dari perusahaan Opower, Barry Fischer mengatakan, padahal Jerman bisa mendapatkan setengah dari permintaan listriknya hanya melalui daya surya.

Fischer menjelaskan, gerhana ini akan menyebabkan turunnya produksi energi surya yang bisa mencapai 2,7 kali lebih cepat dari biasanya, namun fluktuasi lonjakan bisa terjadi sekitar 3,5 kali lipat lebih cepat.

"Seperti efek katapel," ujar Fischer.

Tantangan yang akan dihadapi adalah mencari cara agar menjaga jaringan energi listrik tetap cukup, tanpa menyebabkan pengeluaran tinggi atau memadamkan tenaga apapun.


"Sekilas seperti mengintip ke masa depan di mana akan ada pangsa lebih besar dari energi terbarukan," tambah Fischer.

Walau begitu, gerhana matahari secara tidak langsung akan membantu panel surya menentukan strategi untuk menghadapi 'mogok'nya tenaga matahari, yang sebetulnya adalah masalah turunan dari segala sumber energi terbarukan.

Juru bicara asosiasi perdagangan energi surya Jerman mengatakan, solusi tersebut bisa saja akan terus dijalankan demi mempersiapkan gerhana matahari selanjutnya yang diperkirakan terjadi pada 2048.

Jerman sendiri mempunyai target untuk menciptakan listrik berkekuatan 66 gigawatt dari tenaga surya di tahun 2030. Untuk saat ini, daya yang dimiliki Jerman adalah 38 persen.

Gerhana matahari total ini dianggap langka dan terakhir terjadi yaitu pada tahun 1999 silam.


(eno)

0 Komentar
Terpopuler
CNN Video