Wiko Mobile selaku produsen ponsel pintar asal Perancis memang telah masuk pasar Indonesia sejak tiga bulan lalu. Berbekal produk smartphone 4G yang diiming-imingi kualitas tinggi dan lebih tipis dari iPhone 6, perusahaan meyakini akan besar di Indonesia. Untuk itu, kelanjutan eksistensinya berbuah operasi pabrik.
Lihat juga:Wiko Sesumbar Kalahkan iPhone di Benua Biru |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, sejumlah produsen asing sudah mengatur strategi dalam menghadapi regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Samsung mengaku telah merakit ponsel andalan Galaxy S6 di Bekasi, sementara Lenovo dan Microsoft Device mengaku mulai mempertimbahkan sejumlah langkah strategis agar bisa tetap berjualan di Indonesia.
![]() |
Adapun Oppo dan Haier Tiongkok sedang menyiapkan pabrik manufaktur merek, masing-masing di Tangerang dan Cikarang. Sementara Asus bermitra dengan Sat Nusapersada di Batam untuk merakit ponsel Android seri Zenfone.
Dalam draf aturan yang telah diuji publik sejak Mei 2015, Kemenkominfo mengajukan angka 30 persen TKDN untuk perangkat 4G LTE subsriber station (SS) dan 40 persen base station (BS) pada 2017 mendatang.
(eno)
