Unjuk rasa itu terjadi hampir sepekan lalu. Sejumlah pengemudi Gojek protes di depan kantor pusat Gojek di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
"Sebenarnya kalau cuma beberapa orang, bukan demo namanya, tapi lebih semacam pertemuan. Demo sih hanya untuk buruh. Masalah seperti ini sudah kami perkirakan sebelumnya," ujar Nadiem kepada sejumlah awak media saat dijumpai di Rifat Drive Lab di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Selasa (24/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengaku, sampai sekarang pemasukan dari mitra pengemudi masih berasal dari subsidi dan menyatakan bahwa sistem manajemen perusahaannya sangat terbuka dan rasional.
"Mereka bisa seperti itu karena tidak mengerti bahwa suatu hari harga memang harus dirasionalkan," ucapnya lagi, seakan tidak terlalu memusingkan masalah tersebut.
Namun, para pengemudi ini berpendapat bahwa tak ada rincian yang detail terkait pemotongan pendapatan kendati sejak awal mereka telah diberi tahu biaya-biaya yang akan dikutip.
"Mereka itu mitra, kalau memang tidak mau ambil pesanan, ya keluar saja karena masih ada puluhan ribu orang yang tertarik bergabung dengan kami,” tegas Nadiem.
(eno)