Seorang peneliti, Vitaly Shmatikov dari Cornell Tech bekerja sama dengan Martin Georgiev baru saja meneliti pemendek URL yang digunakan oleh Microsoft OneDrive dan Google Maps selama 18 bulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut memudahkan peretas untuk menemukan URL lengkap dari sebuah file lalu dimanfaatkan untuk menelusuri file lainnya yang dibagikan oleh pengguna yang sama.
Jika sudah begini, bisa saja peretas menyisipkan malware dan virus ke dalam sebuah file yang ada di dalam OneDrive.
Sementara pada URL Google Maps, Shmatikov dan Georgiev mengatakan bahwa mereka mampu memindainya dengan sebuah token lalu terlihatlah lokasi dan tujuan seseorang.
Tak hanya sebatas itu, mereka juga bisa melakukan berbagai hal tanpa diketahui pengguna, seperti mencari arah tempat tinggal pengguna.
Untungnya, setelah diingatkan oleh kedua peneliti ini, Microsoft dan Google langsung berbenah diri.
Google kini sudah menggunakan metode yang berbeda untuk menghasilkan URL pendek sehingga bot lebih sulit untuk memindainya.
Sementara Microsoft memilih untuk menghilangkan opsi memperpendek URL pada akun OneDrive Maret 2015 lalu.
Sebenarnya ada cara yang aman ketimbang menghilangkan opsi tersebut, di antaranya adalah menggunakan in-house resolver (bukan layanan publik seperti Bitly), menerapkan metode seperti CAPTCHA, dan mengembangkan Application Programming Interface (API) yang menyulitkan peretas untuk mengakses file melalui sebuah URL. (tyo)