Juno yang telah diluncurkan dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat (AS) pada 5 Agustus 2011 ini diharapkan bisa mulai memasuki orbit Jupiter pada 4 Juli mendatang, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan AS.
Meski sebelumnya sudah ada pesawat Galileo yang meneliti Jupiter dan bulan-bulannya selama delapan tahun, rencana observasi yang akan dijalankan Juno dianggap akan lebih jauh dari Galileo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa hal ilmiah yang menjadi pekerjaan rumah alias PR Juno dalam penelitian Jupiter, antara lain, mengetahui jumlah kadar air yang terkandung di atmosfer Jupiter. Hal ini penting karena bisa menambah informasi mengenai teori terbentuknya sistem tata surya.
Kedua, menelaah lebih dalam mengenai atmosfer Jupiter di tiap lapisannya agar mengetahui komponen di dalamnya seperti komposisi gas, suhu, dan gerakan awan.
Kelima, mempelajari bagaimana lingkungan magnetik memengaruhi atmosfer, serta mengamati aurora Jupiter.
Lihat juga:Ledakan Misterius Terjadi di Planet Jupiter |
Rencananya, durasi observasi Juno akan selesai pada Februari 2018 yang diakhiri dengan menabrakan dirinya hingga 'mati' dan terkubur di Jupiter. (adt)