Ada sejumlah persamaan di antara kedua ponsel tersebut. Keduanya sama-sama ditenagai oleh chipset Snapdragon 820 RAM sebesar 4 GB, pilihan kapasitas memori internal 32 GB dan 64 GB, serta adanya slot microSD.
Begitu juga dimensi layarnya, baik Moto Z maupun Moto Z Force hadir dengan layar 5,5 inci beresolusi QHD. Agar tahan terhadap goresan, layar tersebut dilapisi dengan Corning Gorilla Glass 4.
Untuk keamanan, keduanya juga dibekali dengan sensor pemindai sidik jari. Namun uniknya kedua ponsel tersebut tidak memiliki jack audio 3,5 inci yang biasanya untuk output audio.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski lebih kecil, berkat teknologi fast charging baterai Moto Z dapat diisi ulang penuh dalam 15 menit dan tahan dipakai hingga 8 jam ke depan.
Perbedaan lainnya adalah pada kamera. Moto Z Force punya resolusi lebih besar (21 MP) ketimbang Moto Z yang hanya 13 MP. Tapi jepretan keduanya mungkin tak jauh berbeda karena sama-sama memiliki fitur OIS, laser autofocus, dan Flash LED pada keduanya.
Rencananya, Lenovo baru mulai memasarkannya pada pertengahan tahun ini di Amerika Serikat dan hadir ke sejumlah negara pada September mendatang.
Belum jelas berapa harga Moto Z dan Moto Z Force. Begitu juga soal ketersediaannya di Indonesia.
(eno)