Gugatan ini diajukan oleh Jonathan Strobel di Palm Beach County. Ia tercatat sebagai konsumen AS pertama yang mengajukan gugatan kepada Samsung lantaran isu teknis baterai Galaxy Note 7.
Strobel berkata ponsel itu meledak dan terbakar di celana sehingga membuat kaki kanannya mengalami luka bakar parah. Luka bakar juga terjadi pada ibu jari tangan kirinya ketika ia mencoba untuk memadamkan api di celana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gugatan diajukan sehari setelah Samsung melakukan penarikan resmi 1 juta unit Galaxy Note 7 dari pasar AS.
Samsung terpaksa menarik dan menghentikan penjualan Galaxy Note 7 karena terjadi masalah manufaktur baterai yang menyebabkan baterai rentan mengalami panas berlebih, lalu meledak. Penarikan ini merupakan skala terbesar yang pernah dialami Samsung.
Juru bicara Samsung Amerika Utara, Danielle Meister Cohen, enggan mengomentari litigasi ini tetapi ia meminta konsumen untuk segera menukar Galaxy Note 7.
"Kami mendesak semua pemilik Galaxy Note 7 untuk mematikan perangkat mereka dan menukarnya segera," katanya kepada Reuters.
Gugatan ini meminta Samsung untuk ganti rugi yang tidak disebutkan nilainya atas tagihan medis, upah yang hilang, rasa sakit dan penderitaan, dan dugaan cedera lain.
Sebelum ada keputusan ini menarik Galaxy Note 7 secara global, Samsung mencatat telah menjual 2,5 juta unit Galaxy Note 7 di 10 negara.
Strategy Analytics memprediksi biaya gabungan untuk recall dan penjualan yang hilang dari Galaxy Note 7 akan memangkas US$5 miliar atau Rp66 triliun dari pendapatan Samsung tahun ini. (adt)