logo CNN Indonesia

Google Klaim Balon Loon Lebih Menjanjikan Dibanding Drone

, CNN Indonesia
Google Klaim Balon Loon Lebih Menjanjikan Dibanding Drone Proyek Titan yang digadang Google (Dok. Titan Aerospace)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan teknologi Google memiliki segudang proyek demi bisa mewujudkan penyebaran internet ke seluruh pelosok dunia. Di antara proyek itu, Google mengklaim balon internet Loon lebih menjanjikan.

Hal tersebut diungkapkan perusahaan saat menyatakan pembatalan proyek internet bertenaga surya dengan bantuan drone yang dibesutnya. Proyek ini diberi nama Titan.

Juru bicara perusahaan induk Alphabet baru mengkonfirmasi kepada media 9to5Google bahwa divisi X telah membatalkan proyek Titan beberapa bulan lalu. Alasannya, Google meyakini bahwa Project Loon lebih menjanjikan untuk menyebarkan internet ke daerah pelosok.

"Tim Titan bergabung ke divisi X di akhir 2015. Kami mengakhiri eksplorasi penerbangan tinggi UAV (unmanned aerial vehicle atau drone) untuk akses internet tak lama setelahnya. Sebagai perbandingan, di tahap ini ekonomi dan potensi teknis Project Loon tampak lebih menjanjikan untuk menghubungkan wilayah pelosok di seluruh dunia dengan internet. Banyak orang dari tim Titan kini berkontribusi di proyek penerbangan divisi X, termasuk Loon sendiri dan Project Wing," tutur pihak Alphabet.

Terkait proyek Titan, Google telah menyewa hanggar pesawat Spaceport America dari Virgin Galactic untuk mengembangkan drone tersebut. Hanggar ini berada di New Mexico, Amerika Serikat.

Google menyewa hanggar itu seharga US$ 1.000 per hari dan serta tambahan US$ 300.000 untuk memungkinkan Spaceport America membangun instalasi dan server, penerima sinyal, dan teknologi lain.

Sejatinya, drone ini adalah hasil pengembangan perusahaan Titan Aerospace yang diakuisisi Google pada 2014. Keduanya mengembangkan drone bertenaga surya yang disebut Centaur.

Centaur sejak awal diproyeksikan untuk membawa teknologi transmisi data dapat dapat menjadi salah satu infrastruktur tulang punggung Internet 5G.

Mengutip situs Engadget, proyek Titan Google ini disinyalir menghadapi banyak kendala. Drone Titan pernah mengalami tabrakan beberapa waktu lalu, kemudian ada masalah teknis yang mengganggu proses pengiriman data 5G, hingga anggaran yang minim.

Jika menelisik lebih jauh soal perbandingan Titan dengan Loon, tampaknya Google lebih mempercayakan perangkat balon raksasa ketimbang drone.

Sekadar diketahui, Project Loon telah menyentuh Indonesia atas izin tiga operator seluler Tanah Air seperti Telkomsel, Indosat Ooredoo, dan XL Axiata.

Meski kerap dinyatakan uji coba terbang Loon akan dilangsungkan pada 2016, hingga saat ini perkembangan seputar balon pintar Google bagai ditelan Bumi. (hnf/tyo)

0 Komentar
Terpopuler
CNN Video