logo CNN Indonesia

Bukan Soal Untung-Rugi Telkomsel Bangun di Indonesia Timur

, CNN Indonesia
Bukan Soal Untung-Rugi Telkomsel Bangun di Indonesia Timur
Ambon, CNN Indonesia -- Dalam membangun jaringan telekomunikasi kenyang dengan tudingan melakukan praktek monopoli atau tarif ditawarkan tergolong mahal, khususnya di Indonesia bagian Timur.

Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah mengatakan dalam membangun Base Transceiver Station) di beberapa (BTS) ada tiga kriteria yang dikedepankan. Pertama BTS reguler, yang artinya memang kawasan tersebut membutuhkan pembangunan atau penambahan BTS baru.

"Kedua membangun daerah yang sebenarnya dari segi bisnis tak terlalu menguntungkan saat itu, namun kami percaya saat BTS dibangun perekonomian akan bertumbuh dan baru menguntungkan kita kemudian hari," ujarnya di hadapan peserta Diskusi Teknologi & Perekenomian dengan tema Menyatukan Negeri melalui Layanan Digital, di Hotel Swiss-Bell, Ambon, Maluku,

Ketiga, membangun BTS karena memang kawasan itu membutuhkan dan tidak akan menguntungkan sama sekali sekarang atau di perbatasan. Biasanya itu terjadi di daerah perbatasan yang sepi penghuni, namun menjadi komunikasi penting bagi TNI atau penjaga perbatasan.

"Di Indonesia Timur padahal yang punya kewajiban membangun itukan bukan cuma Telkomsel, operator lain seharusnya juga membangun, karena mereka mempunyai lisensi yang sama," tukasnya.

Ririek bercerita, Telkomsel pernah melayani kontrak membangun jaringan telekomunikasi dengan kontrak memakai dana USO, yang artinya pembangunan hingga pemeliharaan ditanggung oleh negara. Namun tantangan kontekstualnya adalah, kalau kontrak sudah habis, seharusnya jaringan dimatikan.

Dana USO sendiri merupakan iuran wajib yang disetorkan masing-masing operator, kemudian dananya digunakan untuk membangun di kawasan pinggiran.

"Nah, secara de facto itu di daerah kita matikan, namun kan mereka sudah telanjur punya ponsel dan berkomunikasi, bisa marah nanti. Akhirnya ya, kita lanjutkan dengan biaya sendiri,"

Ririek tak menampik untuk saat ini, beberapa daerah di Indonesia Timur dikenakan tarif yang agak berbeda dengan pelanggan yang ada di kawasan lain, seperti Pulau Sumatera dan Jawa, misalnya. Namun, dia mempunyai alasan yang berbeda.

"Belum semua jaringan pakai backbone bawah laut ada yang masih langsung ditembak pakai satelit, ditambah kondisi geografis, itu yang membuat tarifnya berbeda," tegas Ririek.

Namun dia berjanji, kondisi ini akan segera berubah mengingat sudah digelarnya serat optik milik induk usahanya, Telkom, yang akan melayani rute Sulawesi-Maluku-Papua Cable System (SMPCS). Ini berguna untuk melayani jaringan lebih baik di Indonesia Timur.

0 Komentar
Terpopuler
CNN Video