logo CNN Indonesia

Ahli Temukan Dampak Jangka Pendek Penggunan VR

, CNN Indonesia
Ahli Temukan Dampak Jangka Pendek Penggunan VR
Jakarta, CNN Indonesia -- Ahli kacamata dan optik senior dari Bupa Optical Karen Makin menyebutkan sudah ada bukti yang memperlihatkan keterkaitan penggunaan virtual reality (VR) dengan masalah mata. Meski demikian ahli kacamata asal Australia tersebut perlu penelitian lebih lanjut.

"Teknologi VR sangat mengagumkan dan akan bermanfaat di masa depan. Tapi kami sudah menemukan dampaknya dan itu perlu perhatian khusus, meski efek jangka panjang belum diketahui," ujarnya dikutip dari situs News.com, Minggu (26/2).

Masalah dengan headset VR berhubungan dengan syaraf mata tegang dan kering. Ahli kesehatan mata menyebutnya refleks akomodasi-konvergensi.

Di dunia nyata, mata berkonvergensi dan fokus pada poin yang sama. Di dunia virtual, mata akan fokus pada layar yang sebenarnya jauh dari mata, namun mengkonvergensi perubahan objek di dunia virtual.

"Jika Anda melihat layar komputer atau smartphone dan tablet, mata terkonvergensi sehingga mereka bertemu pada jarak yang sesungguhnya. Fokus mata pada jarak tersebut baik dan setara. Di VR, layar hanya sebagai jarak pendek," paparnya.

Para pembuat headset VR sendiri termasuk Google, Samsung dan Sony terus mengembangkan VR mereka lebih baik lagi dan ramah bagi mata.

Sejauh ini, dampak menggunakan headset yang langsung terlihat dan sering dialami sebagian pengguna adalah pusing dan ingin muntah. Karenanya para pembuat headser VR merekomendasikan agar pengguna headset tidak berlama-lama dan beristirahat setiap 15 menit sekali. Headset VR juga tidak diperkenankan untuk digunakan oleh anak di bawah 12 tahun.

0 Komentar
Terpopuler
CNN Video