Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa umur 100 tahun bukanlah batas usia paling tinggi bagi suatu makhluk hidup. Manusia sendiri tercatat beberapa kali menembus usia satu dekade. Violet Brown, perempuan asal Jamaika, saat tercatat sebagai manusia tertua yang masih hidup dengan usia 117 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertama, kita bisa melihat catatan sebelumnya untuk mengetahui apakah ada sebuah pohon yang tumbuh di waktu ditentukan. Lalu kita tengok lukisan dan karya seni untuk memastikan kehadiran pohon itu," ujar Kirkham seperti dimuat oleh BBC, Senin (12/6).
Dengan usia seperti itu, pohon pinus bernama latin Pinus longaeva ini berarti sudah hidup semenjak kerajaan Romawi bangkit hingga runtuh. Pohon ini pun tegak berdiri sejak bangsa Mesir baru mulai membangun piramida.
Selain pohon pinus tak bernama itu, sebenarnya masih ada pohon lain bernama "Pando" yang juga berusia sekitar 5.000-an tahun. Namun usia pohon ini sulit diidentifikasi karena pohon ini lebih menyerupai sebuah hutan. Dengan 50 ribu lebih dahan yang mirip pohon tunggal, Pando punya luas seukuran Kota Vatikan.
"Ada beragam perkiraan namun pohon aslinya dipastikan sudah tidak ada," ujar Prof Karen Mock dari Utah State University.
Ketiadaan pohon inti itu memusnahkan harapan peneliti untuk mengetahui usia asli Pando. Dengan keadaan seperti sekarang, para peneliti hanya bisa menebak usia Pando di kisaran ribuan hingga 80.000 ribu tahun.
Selain tumbuhan, ada pula organisme yang diperkirakan berusia sangat panjang seperti kura-kura Galapagos dan bunga karang kaca di lautan Antartika. Bahkan nama kedua diperkirakan sudah hidup selama 15.000 tahun.
Kendati begitu, para peneliti sepakat bahwa pohon pinus tak bernama di California tadi sebagai spesies tertua yang masih hidup sampai sekarang. Menurut mereka, baik usia Pando maupun usia bunga karang kaca Antartika masih berupa tebakan. Sementara pohon pinus tadi sudah terbukti secara ilmiah hidup selama 5.062 tahun di muka Bumi.