Tingkat enkripsi yang membuatnya sulit dibobol membuat Telegram kian populer. Bahkan, layanan tersebut menjadi aplikasi paling populer di toko aplikasi Rusia dan menjadi bahan diskusi panas di Kremlin.
Kendati demikian, juru bicara Pemimpin Rusia Vladimir Putin hingga pemberitaan media lokal justru mendiskusikan kemungkinan aplikasi ini ditutup. Ada beberapa hal yang membuatnya kontroversial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tampilannya, Telegram tidak memliki perbedaan dengan aplikasi pesan lain layaknya WhatsApp. Tapi obrolan rahasia Telegram adalah sumber dari banyak popularitas dan juga kontroversinya.
Aman digunakan para ekstrimis
Jurnalis Rusia, Dmitry Kiselyov menyebut Telegram sebagai sistem komunikasi yang semakin lama semakin bertransformasi sebagai alat komunikasi yang aman untuk pelaku terorisme. Aplikasi ini telah banyak digunakan oleh para teroris karena kemampuannya membawa pesan terenkripsi level tinggi.
"Paling aktif, anggota organisasi teroris internasional di wilayah Federasi Rusia menggunakan Telegram yang memberi mereka kemampuan untuk membuat obrolan rahasia dengan enkripsi tingkat tinggi yang membawa informasi," demikian pernyataan Layanan Keamanan Federal Rusia (FSB) seperti dikuti dari Newsweek.
Sayangnya, mereka tetap kesulitan menghentikan obrolan baru yang muncul dengan konten serupa. Konten hanya bisa dilihat jika ada orang dalam kelompok ekstrimis mengirimkan undangan bergabung ke dalam percakapan.
Dibangun untuk membutakan badan keamanan
Telegram tidak hanya digunakan oleh publik tetapi juga untuk menggagalkan aparat penegak hukum yang ingin membaca pesan pribadi orang. Aplikasi ini dibangun oleh pakar-pakar sosial media Rusia yaitu Durov bersaudara.
"Alasan nomor satu saya mendukung dan membantu peluncuran Telegram adalah untuk membangun sarana komunikasi yang tidak dapat diakses oleh badan keamanan Rusia, jadi saya dapat membicarakannya berjam-jam," Pavel Durov mengatakan kepada Techcrunch pada 2014 lalu.
Bar Durov telah berhadapan dengan pemerintah Rusia jauh sebelum membangun Telegram. Dia pertama kali terkenal sebagai pendiri situs media sosial terpopuler di Rusia, VKontakte, sampai dia harus meninggalkan perusahaan pada 2014.
Dia memprotes perusahaan yang sepenuhnya berada di bawah kendali salah satu sekutu terdekat Putin, Igor Sechin, dan tokoh internet Alisher Usmanov. Usmanov memiliki hubungan yang jauh lebih bersahabat dengan pihak berwenang daripada Durov.