Petisi berjudul "Batalkan pemblokiran aplikasi chat Telegram" tersebut mengkritik pemerintah yang langsung memblokir Telegram karena dituding menjadi platform terorisme.
"Memblokir Telegram dengan alasan platform itu dijadikan platform komunikasi pendukung terorisme mungkin mirip dengan membakar lumbung padi yang ada tikusnya," buka petisi yang saat ini telah mendapat 2000-an pendukung tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun dia menyayangkan pemblokiran aplikasi yang menurutnya berbeda dari aplikasi sejenisnya itu. Padahal, pengguna merasa sudah aman data mereka tidak diketahui pihak mana pun untuk dimonetisasi.
Lebih lanjut, petisi ini meminta pemerintah menunjukkan upaya komunikasi dengan Telegram yang mereka nilai aktif menanggapi laporan pemblokiran grup pendukung terorisme di tanah air.
"Laporan-laporan itu bahkan dilakukan proaktif oleh beberapa orang dari komunitas pengguna Telegram," tutupnya.