CEO Rolls-Royce Muller Otvos mengatakan bahwa produk tersebut lahir dari generasi Phantom, salah satu varian sedan mewahnya.
Phantom 2018, akan mengusung Architecture of Luxury. Ya, itu adalah sebuah platform baru yang nantinya bakal menjadi latar bagi produk Rolls-Royce di masa depan dan tidak lagi menggunakan kepunyaan BMW.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia memastikan, fitur yang tersemat pada kendaraan barunya akan tetap eksklusif dengan arah ke masa depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Phantom identik dengan Rolls-Royce. Ini akan selalu dan selamanya menjadi puncak dari merek," ujar Otvos, seperti mengutip Motor1.
Dengan tingkat penyesuaian lebih kepada para konsumennya, seperti kustomisasi produk sesuai keinginan pemesan. Otvos berharap jumlah pesanan Phantom dapat meningkat pada tahun berikutnya, atau sekitar 1.100 sampai 1.200 pelanggan. (evn)