"Belum, tidak ada (kekerasan kepada online). Aman saja selama ini," kata Yusri kepada CNNIndonesia.com, Kamis (12/10).
Menurut dia, pihaknya juga belum mendengar adanya hal tersebut. Termasuk laporan dari para korban kekerasan maupun intimidasi ojeng pangkalan dan supir angkutan konvensional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada, belum pernah denger laporan sama sekali. Hoax aja, aman kok. Bandung mah aman," ujar dia.
Namun begitu, ia mengaku pihaknya akan melakukan pengecekan semisal memang di wilayahnya terjadi intimidasi terhadap pengemudi transportasi online.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dilarang enggak dilarang tetap saja rawan," tutur Iwan saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (12/10).
"Kalau saya pribadi selama belum ada keputusan Presiden bahwa angkutan online ditiadakan, tetap berjalan seperti biasa," kata Robi ditemui di Bandung, Kamis.
Intimidasi dan sweeping yang diterima pengemudi transportasi online menyusul kesepakatan antara Dishub Jawa Barat dengan Wadah Aliansi Aspirasi Transportasi (WAAT) Jawa Barat yang melarang operasional transportasi online roda dua dan empat.
Hasil kesepakatan itu dituangkan dalam Surat Pernyataan Bersama terkait Angkutan/ Taksi berbasis Online di Gedung Pakuan Gubernur Jawa Barat, Kota Bandung, pada 6 Oktober 2017. (evn)