"Dari kemarin sejak gempa pertama sudah 47 kali, tapi makin lama makin kecil," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Kaprawi, Jumat (26/1).
Gempa teranyar terjadi pada pukul 11.48 WIB siang tadi dengan pusat gempa di 79 kilometer barat daya Lebak, Banten, dan kedalaman 11 km.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gempa susulan wajar
"Sebelum terjadi kestabilan memang akan diikuti gempa susulan," ucap Tirto saat dihubungi terpisah lewat sambungan telepon.
Ketika gempa pertama terjadi pada Selasa (23/1), durasinya guncangannya dilaporkan mencapai semenit. Sementara di gempa siang tadi, menurut BMKG, guncangannya hanya terasa tiga detik di Lebak dan sedetik saja di Jakarta.
Cincin api Pasifik
Badan penanggulangan bencana PBB, UNISDR, sebelumnya menerbitkan sebuah pemberitahuan melalui kanal Twitter mereka pada Selasa (23/1). Dalam pengumuman itu mereka menyebutkan bahwa Cincin Api Pasifik sedang aktif.
[Gambas:Twitter]
Kesimpulan itu diambil dari sejumlah kejadian yang terjadi di sejumlah negara dihari yang sama, yakni gempabumi 7,9 SR di Alaska, erupsi vulkanis di Filipina, longsor vulkanis di Jepang, dan terakhir gempabumi 6,1 SR di Lebak.
Namun Tirto menampik kemungkinan tersebut. Menurutnya kejadian yang terjadi di tempat lain tak berakibat langsung terhadap gempa di Lebak.
"Beda lempeng, beda lokasi, beda penyebab, enggak ada kaitannya langsung," pungkas Tirto. (eks)