Hingga saat ini, pesawat yang sudah berjalan dalam dua misi sudah menemukan 2.300 planet. Dilansir dari Space.com, teknisi NASA Charlie Sobeck menjelaskan proyeksi mereka terhadap tanki bahan bakar Kepler.
"Proyeksi kami mengestimasi tanki bahan bakar Kepler akan mengering beberapa bulan lagi. Tapi, kami cukup terkejut dengan performa Kepler selama ini," ujarnya dalam keterangan resmi NASA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, seperti yang tertulis dalam The Independent, perjalanan misi Kepler kali ini memang lebih jauh dari sebelumnya. Kepler pun sempat mengalami kerusahan pada 2013 dan diramalkan misi akan berakhir.
Dengan memaksimalkan bahan bakar yang ada NASA akan mencoba "memeras" hingga nafas terakhir satelit itu, dengan mentranfer data- data yang ada didalamnya mereka berusaha mengejar target yang sebelumnya belum terpenuhi.
Pada akhirnya, jika Kepler benar-benar kehabisan waktu maka, NASA sudah menyiapkan misi baru yang bernama Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS) yang akan diluncurkan pada 16 April nanti di peluncuran Angkatan Udara Amerika Serikat Cape Canaveral, Florida.
Satelit ini memiliki tugas yang sama yaitu, melakukan pemindaian terhadap planet-planet baru dan mengkonfirmasi temuan dari Satelit Kepler. (age/btg)