Wakil Presiden Direktur TAM Henry Tanoto menyebut bahwa produknya berada di atas segmen low sport utility vehicle (SUV).
"Kalau dilihat dari produknya kombinasi dari coupe sama SUV memang susah secara rigid omongin segmen. Tapi dari situ kami lihat ini bisa masuk ke high hatchback ataupun high SUV," kata Henry dalam peluncuran C-HR di Jakarta, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
C-HR dijual dengan harga nyaris menyentuh Rp500 juta. Di mana, harga tersebut jauh lebih tinggi dari pada mobil sejenis dari kompetitor yang dijual di kisaran Rp300-400-an juta. Kendati demikian, Henry mengaku harga tersebut sudah tepat bagi kantong calon konsumennya.
Lihat juga:Honda Gallery di Senayan Pertama di Dunia |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pokoknya secara umum ini tidak akan memakan segmen Fortuner atau pindahnya konsumen Fortuner ke C-HR. Kalau satu-dua mungkin ya," ucap Henry.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales (pabrikan ke dealer) untuk segmen kendaraan SUV dan low SUV di tahun 2017 sebanyak 20.878 unit, sementara periode sama tahun ini sebesar 27.699 unit, atau dan kenaikan 32 persen.
TAM meyakini pasar untuk C-HR terbuka lebar, mengingat posisinya berada di antara SUV dan low SUV.
"Kalau kami lihat kaya SUV juga increasing ya marketnya. Kemudian hatchback juga cukup besar. Jadi kami lihat sih ada potensi lah, kami cukup confident dan berpotensi segmen-segmen yang tadi itu," tutup Henry. (mik)