Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah mengatakan ada lebih dari 50 juta nomor yang diblok pihaknya per 1 Mei lalu. Kesemua nomor diblokir lantaran belum melakukan registrasi hingga batas akhir yang ditentukan.
Ririek menyebut sejak awal tahun timnya telah mengerahkan seluruh tenaga; termasuk membentuk tim khusus dan posko pengecekan apabila ada kendala pendaftaran. Salah satu upaya yang ditempuh yakni iming-iming bonus kuota 10 GB, namun tak berhasil mendongkrak angka pelanggan yang melakukan registrasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang tak bisa dipungkiri proses ini agak repot, meski sudah disiapkan segala cara. Tapi kami yakin nantinya kewajiban ini bisa menekan angka negatif dari berbagai pihak," imbuhnya.
"Registrasi ini diharapkan membuat operator bukan lagi mengincar jualan kartu perdana, tapi untuk menambah berapa banyak yang isi ulang pulsa," imbuhnya.
Menyoal adanya kemungkinan penurunan jumlah pelanggan setelah registrasi, Ririek memilih bungkam. Menurutnya, mengenai jumlah pelanggan setelah registrasi akan jadi wewenang Menkominfo Rudiantara untuk mengumumkan.
"Penurunan ngga boleh diomongin, biar nanti Pak Menteri saja yang mengungkap. Peluang registrasi kan untuk menggali informasi terhadap pelanggan untuk membuka kemungkinan mengenalkan layanan baru," tambah Ririek. (evn)