Lembaga Antariksa Amerika (NASA) pun kembali temukan bukti bahwa ekosistem Mars mampu menampung kehidupan manusia. Beberapa zat organik terawetkan di batu lumpur berusia 3 miliar tahun di kawah Gale, Mars.
Wahana Penjelajah NASA, Curiosity menemukan zat-zat organik dalam sampel tanah yang diambil dari bagian bawah kawah Gale. Ternyata sampel tanah tersebut mengandung beberapa molekul dari "Thiophenes, benzena, toluene, dan rantai karbon kecil, seperti propana atau butana."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Curiosity menemukan sampel ini dengan mudah tanpa adanya rintangan. Selain beberapa molekul tersebut, Curiosity juga menemukan keberadaan klorin dan sulfur yang terawetkan secara organic.
[Gambas:Youtube]
Kendati demikian para peyelidik masih ragu bahwa zat-zat organik tersebut ada hubungannya dengan kehidupan. Pasalnya Nassa menyebut metana bisa ditemukan dari perpaduan kimia antar batu dengan air.
Akan tetapi, para peneliti tidak memungkiri adanya kemungkinan asal-asal usul biologis dari zat-zat organik tersebut.
Temuan ini semakin mendukung hipotesis bahwa Mars pernah menopang kehidupan. Pasalnya eksplorasi selama lima tahun belakangan telah menemukan bukti keberadaan air di Mars. Selain itu juga menemukan banyak bahan kimia yabng menjadi tanda dari kehidupan.
Peneliti juga tahu bahwa Mars dulunya memiliki suhu yang lebih hangan dan atmosfer yang lebih padat. Dua faktor ini merupakan syarat krusial untuk menopang kebutuhan kehidupan. Mars saat ini memiliki atmosfer 100 kali lebih tipis dibanding Bumi, seperti dilansir dari The Register. (eks)