Temuan itu diperoleh dari survei teranyar Reuters Institute yang menyertakan suara dari 74.000 responden dari 37 wilayah berbeda.
"Pemakaian media sosial untuk konten berita mulai menurun di sejumlah pasar kunci setelah tumbuh bertahun-tahun," ujar Nic Newman, peneliti dari Reuters Institute, Kamis (14/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konfrontatif dapat diartikan kondisi media sosial yang kerap menimbulkan perdebatan terbuka yang tak jarang berujung polarisasi. Hal ini yang menyebabkan beberapa pengguna media sosial enggan mengomentari suatu berita yang mereka temui.
Survei dari Reuters Institute ini dilakukan sebelum algoritme Facebook terkait konten berita yang beredar di dalamnya. Algoritme Facebook diprotes karena kerap memprioritaskan berita keliru. (mik)