Mulai malam nanti (14/8) hingga Kamis (16/8) malam, bulan sabit akan tampak seakan bergerak dari arah planet Venus mendekat ke arah planet Jupiter. Pergerakan ini disebabkan oleh gerak bulan dalam orbitnya mengelilingi Bumi.
Tak hanya itu saja, saat melihat bulan sabit nanti, cobalah untuk memperhatikan sisi bulan yang tidak terang. Itu adalah sisi malam hari di bulan yang disebut earthshine.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam fenomena selama tiga malam ke depan, planet yang akan paling terang terlihat adalah Venus, dan ia akan menjadi planet yang jaraknya paling dekat dengan bulan pada malam ini.
Pada saat kita melihat bulan sebelum matahari terbenam, yang selalu terlihat adalah bulan sabit menuju purnama. Kebalikannya, setiap kali Venus muncul dan tampak seperti bintang setelah matahari terbenam, jika dilihat menggunakan teleskop ia akan selalu terlihat pada fase nyaris penuh.
Jika diamati menggunakan teleskop, dalam beberapa bulan kedepan jadi saat tepat untuk mengamati Venus karena planet ini akan memasuki fase sabit pada bulan September dan Oktober.
Mengutip Earthsky, pengamatan menggunakan teleskop bisa mengamati bulan-bulan Galilean yang merupakan empat bulan besar di sekitar planet Jupiter.
Keempat bulan tersebut adalah Io, Europa, Ganymede, dan Callisto. Walaupun jarak mereka dari Jupiter lebih jauh ketimbang jarak bulan dari bumi, tetapi keempatnya bergerak lebih cepat mengelilingi Jupiter. (evn)