Menurutnya beberapa manufaktur yang dimaksud adalah, Renault dan Proton hingga Volkswagen. Ia menerangkan bahwa yang paling intens mengkaji iklim investasi di dalam negeri dalam adalah perusahaan otomotif Prancis, Renalut meski hingga kini belum ada kata sepakat.
Kemenperin juga telah mendapat informasi dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) tentang niatan VW yang ingin mendirikan pabrik di Tanah Air.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan Putu, masing-masing manufaktur tertarik dengan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah berupa Peraturan Menteri Perindusgrian Nomor 34 tahun 2017 yang kemudian direvisi Permenperin Nomor 5 tahun 2018 tentang Industri Kendaraan Bermotor Roda Empat atau Lebih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, sebelumnya Putu sempat mengatakan bahwa ada dua produsen otomotif yang serius untuk membangun pabrik di dalam negeri. Mereka berdua adalah pemain lama di industri otomotif Indonesia yang selama ini selalu mengandalkan impor.
Salah satu dari produsen itu juga dipastikan bukan Hyundai yang memang memiliki rencana menjadikan Indonesia sebagai basis produksi. Hyundai rencananya bakal membenamkan uang sekitar US$500 juta untuk membangun fasilitas produksi. (ryh/mik)