Dalam wawancara di Bloomberg New Economy Forum in Singapore, Rabu(7/11), CEO Gojek Nadiem Makarim mengakui bahwa layanannya akan segera mengaspal di Singapura.
"Kami sudah ada di Vietnam, selanjutnya adalah Singapura dan Thailand yang akan meluncur dalam waktu yang hampir bersamaan, sehingga semoga Anda disini akan segera mendapat opsi lain dan Filipina segera menyusul," tuturnya seperti dikutip Bloomberg.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak boleh ada ikatan eksklusif bahwa pengemudi hanya boleh menggunakan satu platform saja. Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga pasar tetap terbuka dan kompetitif.
Portal ini hanya digunakan untuk pra pendaftaran pengemudi. Setelah beberapa jam dibuka, Gojek mengklaim bahwa sudah ada ribuan pengemudi yang mendaftar walau menolak untuk memberikan angka detil. Kebanyakan adalah mereka yang kecewa dengan layanan Grab, seperti ditulis The Independent.
Untuk ekspansinya ini, Nadiem menyebut bahwa layanan transportasi online miliknya hanya akan beroperasi di kota-kota besar yang memiliki masalah kemacetan di Asia Tenggara.
"Kami pada dasarnya masuk ke wilayah yang akut, intinya kota besar. Sejujurnya ketika anda masuk ke kota tier 3 di Indonesia, kemacetan tidak terlalu parah. Ada masalah lain disana, inklusi finansial," tandasnya. (eks/eks)