Lebih dari 100 ilmuwan mengatakan, dalam sebuah surat terbuka, bahwa penggunaan teknologi CRISPR-Cas9 untuk mengedit gen embrio manusia itu sangat berisiko. Hal tersebut tidak dapat dibenarkan dan nantinya berpotensi akan merusak reputasi serta perkembangan komunitas biomedis di China.
Seorang profesor Universitas Fudan Yang Zhengang mengatakan bahwa dirinya menyetujui bahwa perbuatan tersebut sangatlah berbahaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami percaya bahwa penelitian yang dipimpin oleh dia (He Jiankui) sangat menentang peraturan China dan konsensus yang dicapai oleh komunitas sains internasional," kata kedua kelompok tersebut, seperti dikutip Reuters.
CRISPR-Cas9 merupakan sebuah teknologi yang memungkinkan para ilmuwan untuk memotong dan menyisipkan DNA, dalam upaya meningkatkan harapan pembetulan genetik untuk penyakit. Akan tetapi, ada juga kekhawatiran mengenai keamanan dan etika.
Dalam rekaman videonya, ilmuwan He Jiankui mengungkapkan pembelaannya mengenai pembentukan embrio tersebut. Ia mengatakan bahwa upayanya ini merupakan salah satu cara untuk membantu melindungi bayi perempuan kembar yang lahir pada bulan ini dari serangan infeksi HIV, virus yang menyebabkan AIDS.
Komite Kesehatan Nasional mengatakan pada Senin (26/11) bahwa mereka merasa sangat prihatin dan telah memerintahkan para pejabat kesehatan provinsi untuk segera menyelidiki dan mengklarifikasi masalah ini.
"Tujuan kami adalah untuk memastikan bahwa penelitian pengeditan genom ini dikerjakan secara bertanggung jawab," ujar komite. (jef/eks)