"Jadi tergantung antrean juga. Bisa Maret, April, atau Mei. Karena itu tergantung dengan urutan dan antrian," kata Brand Manager Wuling Indonesia Dian Asmahani di Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (6/3).
Dian meminta kepada pemesan agar sabar menunggu pengiriman unit. Pihaknya dikatakan berupaya memenuhi pesanan agar konsumen tidak menunggu terlalu lama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Kandungan Lokal Wuling Almaz Baru 40 Persen |
"Bulan (Maret) ini sih. Tapi ya memang setelah proses administrasi dan lain sebagainya yang harus dilakukan selesai, pasti akan segera kirim," ucap dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Almaz adalah produk keempat Wuling di Indonesia setelah Confero, Cortez, dan Formo. Keempatnya merupakan model produksi lokal yang dilakukan di pabrik Wuling di Cikarang.
Dian memastikan permintaan Almaz yang resmi dipasarkan dengan harga Rp318,8 juta pada akhir Februari lalu tidak akan mengganggu produksi model Wuling lainnya.
"Jadi masih ada ruang. Tapi, akan ada penyesuaian seperti line produksi dan sebagainya. Jadi kami usahakan tidak mengurangi Confero dan Cortez. Tapi pengaturan ini kami akan koordinasi dengan tim manufacturing," ungkap Dian.
Dinilai dari kemampuan produksi pabrik Wuling sebesar 120 ribu unit per tahun, bisa dipahami bila tambahan produksi Almaz bukan jadi masalah besar. Pada tahun lalu produksi mobil Wuling hanya 17 ribu unit, proyeksinya bila ditambah Almaz maka menjadi 20 ribu unit selama 2019. (ryh/fea)