India saat ini menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. Negara ini menempati 22 dari 30 kota dengan polusi terburuk di dunia.
Lima kota lainnya ada di China, dua di Pakistan, dan satu di Bangladesh. Hal ini terungkap dari data udara yang dikumpulkan Greenpeace dan IQAir AirVisual.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Melihat Cara Kerja Matahari 'Made in China' |
Masalah utama dari polusi udara in menurut laporan itu adalah akibat pembakaran bahan bakar fosil, yang dihasilkan oleh pabrik dan kendaraan. Pembakaran bahan bakar fosil juga menjadi faktor utama perubahan iklim dan polusi udara di seluruh dunia.
Kawasan Asia Tengah digadang-gadang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berikutnya yang digawangi oleh China dan India. Keduanya kini mesti bergelut dengan memburuknya kualitas udara di kota-kota negara mereka.
Indeks ini mengukur partikel udara yang dikenal dengan PM2,5. Ini adalah polutan yang bisa masuk langsung ke paru-paru dan aliran darah.
"Hal ini berdampak sangat buruk bagi kesehatan dan dompet kita, jelas Yeb Sano, executive director Greenpeace Asia Tenggara Southeast Asia, dalam keterangannya, Selasa (5/5), seperti dikutip Bloomberg.
Menurut data World Bank, India kehilangan sekitar 8,5 persen dari produk domestik bruto yang dihitung dari kehilangan produktivitas dan biaya kesehatan akibat polusi.
China membuat banyak kemajuan untuk tongkat polusi udaranya. Rata-rata konsentrasi polusi negara itu turun 12 persen dari 2017. (eks/age)