"Orang terakhir yang berjalan di Bulan pada 1972. Belum ada perempuan yang pernah berjalan di permukaan Bulan," ungkap Inclan mengutip CNN.
Sejak misi pertama, AS telah mengirim 12 astronaut, kesemuanya adalah laki-laki yang mendarat di permukaan Bulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:NASA Perkirakan Bulan Alami Penyusutan |
"Lima puluh tahun setelah (misi) Apollo, program Artemis akan membawa manusia berikutnya dan perempuan pertama ke Bulan," pungkas Jim Bridenstine, administrator NASA.
NASA berhasil mendaratkan manusia pertama kalinya pada misi Apollo 11 di permukaan Bulan pada 20 Juli 1969. Dengan misi Artemis, NASA berharap bisa melakukan lebih banyak eksplorasi Bulan.
"Investasi ini merupakan 'uang muka' dari upaya NASA dan bisa memungkinkan kami mendesain ulang, mengembangkan dan melakukan eksplorasi," ungkap Jim.
Sebelumnya Trump sempat menantang NASA untuk mendaratkan misi di kutub selatan Bulan pada 2024. Dari anggaran yang diperoleh, NASA menganggarkan US$1 miliar untuk pengembangan sistem yang memungkinkan manusia ke bulan untuk berwisata.
Sementara US$651 juta akan dipakai untuk mengembangkan pesawat ruang angkasa Orion dan roket yang tengah dikembangkan bersama Boeing bertajuk Space Launch System (SLS). Sejauh ini NASA telah menghabiskan sedikitnya US$11,9 miliar untuk pengembangan sistem yang dijadwalkan siap dipakai pada Desember 2017.
[Gambas:Video CNN] (cnn/evn)