Plt. Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu menyatakan kekeliruannya dalam menampilkan tangkapan layar tersebut. Sebab, pada dasarnya bukan cuitan Veronica yang menyebarkan disinformasi. Tetapi, cuitan tersebut disalahgunakan oleh beberapa akun anonim yang menambahkan kata 'penculikan' dari cuitan akun Twitter Veronica.
"Memang kekeliruan kami itu adalah harusnya yang kami capture adalah akun yang menggunakan kata penculikan, yang menyertakan cuitan mbak Veronica," kata Ferdinandus saat dihubungi, Selasa (20/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam laporan berita hoaks terkait rusuh Papua, Kemenkominfo hanya menyertakan gambar cuitan asli Veronica. Kominfo tidak menyertakan tangkapan layar dari akun-akun anonim yang membumbui cuitan Veronica dengan kata 'penculikan.'
"Jadi dasarnya adalah cuitan Mbak Veronica lalu ditambahi kata-kata yang berkaitan dengan penculikan mahasiswa di Papua," lanjutnya.
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen |
Ia mengatakan polisi sesungguhnya mempermasalahkan kata 'penangkapan' juga. Polisi lebuh menyukai kata 'dimintai keterangan'.
"Polisi membantah penangkapan dan penculikan. Mereka benar memintai keterangan tapi kemudian dilepas setelah pengambilan keterangan selesai. Ini terminologi bahasa," katanya.
Cuitan tersebut berisi dugaan penangkapan dua orang mahasiswa yang mengantarkan makanan untuk penghuni asrama mahasiswa Papua di Surabaya yang dikepung oleh Polres Surabaya.
"Tweet saya tidak menyebutkan bahwa 2 pengantar makan tersebut diculik, namun ditangkap. Saya bicara berdasarkan definisi KUHAP. Bahkan 2 orang tersebut menandatangani BAP. Apa itu namanya bukan ditangkap," kata Veronica dalam sebuah cuitan, Senin (19/8).
Hoaks berjenis disinformasi ini berisi kabar adanya dugaan penculikan dua orang mahasiswa karena mengantarkan makanan untuk penghuni asrama mahasiswa Papua yang dikepung yang oleh Polres Surabaya.
Namun, Kasat Intel Polrestabes Surabaya AKBP Asmoro membantah terjadinya penculikan. Ia menjelaskan, kepolisian hanya mewawancarai dan memeriksa kedua orang tersebut.
[Gambas:Video CNN] (jnp/eks)
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen