"Secara klimatologis saat ini bulan Agustus di mana angin didominasi dari arah Timur hingga Tenggara menuju Barat hingga Barat Laut, baik di dekat permukaan maupun pada ketinggian 3000 feet [kaki]," tulis Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal dikutip dari keterangan rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (23/8) malam.
Lebih lanjut kata Herizal, berdasarkan pengamatan BMKG, kondisi polutan berupa partikulat PM2.5 Jumat pagi menunjukkan nilai 84.91 mikron. BMKG menyebut angka itu wajar terjadi di pagi hari namun berangsur menurun menjelang siang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) sepakat dengan pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyebut salah satu penyumbang terbesar polusi udara di Jakarta adalah PLTU berbahan bakar batu bara.
Selain itu, Walhi juga menyebut sejumlah industri non pembangkit listrik di beberapa wilayah sekitar Jakarta juga masih banyak yang menggunakan bahan bakar batu bara. Menurutnya, industri-industri itu ikut menyumbang polusi udara di Jakarta. (din/age)