Bak duta sepatu Keds, sepatu kanvas kembali banyak diminati orang, terutama kalangan remaja perempuan. Apalagi setelah Swift memakai Keds di video musik “22” dan saat dia melakukan tur “Red”. Keds menjadi sepatu yang paling banyak dicari remaja perempuan.
“Saya menjadi penggemar Keds selama bertahun-tahun karena punya dua elemen favorit saya soal gaya yang besar - mereka klasik dan enteng,” kata Taylor saat diwawancarai Teen Vogue Interview.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ilustrasi (Julia P/Flickr) |
Sedangkan sepatu kanvas sendiri mengacu pada sepatu dengan bahan kanvas di atas dan sol dari karet. Kamu tahu, sepatu semacam ini diciptakan oleh Liverpool Rubber Company pada 1830-an untuk dipakai di daerah pantai. Dulu ia disebut sepatu plimsoll, terinspirasi pada garis plimsoll di lambung kapal.
Di beberapa negara, sepatu semacam itu pun bermunculan dengan nama yang berbeda-beda. Di Australia misalnya, disebut sandshoe. Di beberapa negara lain, sepatu itu disebut sepatu lari. Di Afrika Selatan, ia disebut Takkies. Sedangkan di Amerika Serikat, ia disebut sepatu tenis atau Chucks.
Nah, di Indonesia, sepatu kanvas sudah populer sejak 1980-an. Ada yang menyebutnya Sepatu Warrior, mengacu pada merek Warrior yang populer saat itu. Ada juga sepatu kanvas, yang di beberapa daerah disebut sepatu kungfu atau sepatu roti kelapa (Khusus di Sumatera Utara), karena bentuknya yang ramping, berpotongan rendah, persis sepatu yang biasa dipakai jagoan kungfu di film-film China saat itu.
Kini merek lain yang populer dengan model seperti Warrior adalah Converse, dan sebagainya.
Ilustrasi (Julia P/Flickr)