Saat senja tiba, taman yang lebih dikenal dengan istilah "TamSur" ini menjadi suasana yang romantis. Lampu-lampu taman pun menyala dengan sinar cahaya yang terlihat begitu eksotik, sehingga membuat taman menjadi lebih indah pada malam hari. Banyak pengunjung yang berdatangan, mulai dari anak-anak, remaja, sampai dewasa. Aktivitas yang dilakukan oleh para pengunjung pun bermacam-macam. Ada yang berkumpul bersama teman-temannya, bermain musik, hunting, dan menikmati jajanan yang ada di sekitar taman. Kebanyakan pengunjung yang ada di taman ini adalah para muda-mudi dan beberapa komunitas.
Taman yang memiliki enam buah patung ini, menjadi alternatif anak muda di Jakarta untuk berkumpul, berkreasi, dan bersenda gurau dengan teman-temannya. Dan taman ini menjadi lapak kopdar atau "kopi darat" bagi para komunitas, salah satunya adalah komunitas vespa. Pengunjung di taman ini juga dapat menikmati jajanan kuliner yang ada disana. Tahu gejrot, nasi goreng, siomay, aneka minuman kemasan, kopi, dan sebagainya dapat dinikmati oleh para pengunjung di taman ini.
Santai, kesejukan, kenyamanan, dan penghijauan yang memukau menjadi daya tarik untuk melepaskan rasa lelah setelah beraktifitas penuh dari pagi sampai sore, menurut Widyaswara, salah satu pengunjung Taman Suropati ini.
"Di taman ini juga banyak ragam seni yang dikembangkan oleh para seniman dan komunitas muda untuk menunjukan bakat dan kemampuannya. Seni musik, tari, lukis, dan teater pun dilakukan di taman ini", pungkas salah satu pengelola Taman Suropati.
Meski pengunjung yang datang banyak dan jajanan kuliner yang ada di sekeliling taman ini, kebersihan tetap dijaga oleh mereka. Inilah yang menjadi nilai positif taman ini dari kebanyakan taman-taman yang ada. Karena tidak sedikit taman kota yang kebersihannya kurang diperhatikan dan dijaga oleh para pengunjung. Taman ini merupakan pra sarana bagi para seniman untuk mengapresiasikan kemampuannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT