Sekelompok ilmuwan dari Universitas Portsmouth yang dipimpin Dr Dave Martill berhasil menemukan fosil purba Tetrapodophis (ular berkaki empat) pada tahun lalu.
Hasil penemuan yang dipublikasikan dalam jurnal Science ini menjawab pertanyaan tentang nenek moyang ular. Ular berevolusi dari kadal tanah (kadal penggali), bukan dari kadal laut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mengira bahwa ketika ular berhenti berjalan dan mulai merayap, kaki atau tangan ini cukup berguna untuk menangkap mangsa, atau mungkin pasangan," ujarnya.
Kaki-kaki ini kemungkinan besar hilang karena kadal beradaptasi dengan jalur sempit dalam tanah. Tahap evolusinya berawal dari kaki depan yang hilang, kemudian kaki belakangnya, dan sampai pada ular yang kita kenal saat ini yang tidak memiliki kaki. (ded/ded)