Kedelapan jenis kecerdasan tersebut berkembang bukan berdasarkan hanya dari bakat, melainkan dari berbagai faktor yang mendukungnya.
Howard mengungkapkan bahwa tolak ukur kecerdasan seseorang tidak bisa diukur berdasarkan IQ, yang hanya melihat logika dan linguistik. Kecerdasan seseorang lebih dari itu, seperti bagaimana seseorang memecahkan masalah, membuat solusi, dan memiliki penghargaan terhadap budaya dan lingkungan dalam hidupnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Delapan kecerdasan tersebut adalah cerdas logika, cerdas berbahasa, cerdas parsial, kinestetik, interpersonal, intrapersonal, musik, dan alam. Setiap Individu memiliki grafik kecerdasan yang berbeda dan umumnya kedelapan kecerdasan tersebut bekerja sama dalam satu rangkaian di setiap aktivitas yang anak lakukan. Setiap kecerdasaan dapat dimaksimalkan bila mendapat treatment yang tepat bagi si anak.
Howard mengharapkan orang tua dapat mengambil peran penting dalam memberikan stimulasi terhadap kecerdasan anak terutama dalam rangka menyeimbangkan kehidupan anak. Agar anak yang pandai berhitung juga dapat pandai bermain musik, sehingga kinerja belahan otaknya dapat seimbang. (ded/ded)