Ini cuma istilah yang digunakan untuk menunjukkan seakan-akan ada cacing yang membuat telinga kita ‘gatal’. Biasanya, musik catchy alias yang bikin ‘gatal‘ ini adalah lagu yang sering didengar seperti top hits di radio atau jingle suatu iklan.
Mendengarkan lagu memicu bekerjanya bagian otak yang disebut dengan korteks pendengaran. Para peneliti di Dartmouth University menemukan bahwa ketika mereka memainkan suatu bagian dari lagu yang sering didengar, korteks pendengaran secara otomatis mengisi sisanya - dengan kata lain, otak terus "bernyanyi" setelah lagu itu berakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski sampai sekarang belum ada yang bisa memastikan apa sebenarnya penyebab Ohrwurm, ada banyak teori tentang mengapa lagu terjebak dalam kepala kita.
Beberapa peneliti mengatakan, lagu ‘terjebak’ di pikiran ketika kita berusaha untuk menghilangkannya. Semakin keras kita mencoba untuk tidak berpikir tentangnya, semakin kita akan mengulangnya dalam otak. Ahli lain menyatakan, Ohrwurm adalah cara untuk menjaga otak sibuk ketika kita sedang malas. (ded/ded)